Hubungan Bilateral

Hubungan Bilateral RI – PEA

Politik

Negara Federasi PEA diproklamirkan pada tanggal 2 Desember 1971. Pemerintah Indonesia mengakui PEA dan membuka hubungan diplomatik pada tahun 1976. Pada tahun 1977, Presiden Suharto Berkunjung ke PEA dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden PEA Shaikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Menyusul kunjungan tersebut, pada tanggal 28 Oktober 1978, Pemerintah RI membuka kedutaan besarnya di Abu Dhabi, dengan dipimpin Kuasa Usaha Sementara.

Sejak tanggal 29 Maret 1993, Perwakilan RI di Abu Dhabi ditingkatkan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh. PEA membuka perwakilannya di Indonesia sejak tanggal 10 Juni 1991 dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Seiring dengan meningkatnya intensitas hubungan kedua negara, Pemerintah RI membuka Konsulat Jenderal RI (dibuka Februari 2003) dan kemudian disusul dengan pembukaan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Dubai dan Indonesia Investment Promotion Center di Abu Dhabi.

Kunjungan tingkat Kepala Negara yang pernah dilaksanakan antara kedua negara:

  1. Kunjungan Presiden Suharto ke PEA pada 18 Oktober 1977
  2. Kunjungan Presiden Shaikh Zayed bin Sultan Al Nahyan ke Indonesia pada 19 – 23 Mei 1990
  3. Kunjungan Presiden Suharto ke PEA pada 31 Oktober 1995
  4. Kunjungan Presiden Abdulrahman Wahid ke PEA pada 24 Februari 2001
  5. Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke PEA pada 1 Mei 2006

Di  samping  kunjungan  tingkat  Kepala  Negara,  kunjungan  Pejabat  Pemerintahan,  lembaga  legislatif, tokoh  masyarakat  kedua  Negara  juga  cukup  intensif  dan  telah  dapat  meningkatkan  dan  memperkuat keinginan  untuk  menggali  potensi  kedua  pihak  sejalan  dengan  kemajuan  sarana  hubungan  di  bidang IPTEK, komunikasi, informasi dan transportasi.

Ekonomi

Seiring dengan dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA) pada tahun 1976, kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2012, PEA merupakan mitra dagang non-migas urutan ke-21 dan sekaligus merupakan negara tujuan kedua terbesar ekspor non migas Indonesia ke Timur Tengah, setelah Arab Saudi. Ekspor non-migas Indonesia ke PEA dalam kurun waktu 2010 – 2012 telah mengalami tren pertumbuhan sebesar 4.67%.

Pada tahun 2013 total perdagangan Indonesia – PEA tercatat sebesar USD 3,39 miliar, naik 1,53 persen jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar USD 3,34 miliar. Diversifikasi investasi PEA tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Jumlah investasi di tahun 2013 mencapai USD 23 juta dan menjadikan PEA menempati peringkat ke-26 realisasi investasi dengan proyek di berbagai sektor antara lain transportasi, gas, pertambangan, hotel dan restoran.

Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa total perdagangan dan investasi Indonesia – PEA belum menggambarkan potensi sesungguhnya. Maka dari itu, target dan prioritas utama hubungan ekonomi bilateral Indonesia – PEA adalah peningkatan nilai investasi dan total perdagangan khususnya non migas mengingat Indonesia saat ini masih mengalami minus perdagangan dikarenakan semakin meningkatnya impor migas dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan energi di tanah air. KBRI Abu Dhabi berupaya aktif dalam melakukan diplomasi ekonomi baik dalam bidang bidang investasi maupun perdagangan.

Penerangan, Sosial Budaya dan Pendidikan

Kerjasama bidang penerangan, sosial dan budaya antara Indonesia-PEA telah terjalin dengan baik.

Di bidang penerangan, beberapa wartawan PEA dan Indonesia mengadakan kunjungan jurnalistik. Pada tanggal 19 Februari 2001 ditandatangani kesepakatan kerjasama antara Kantor Berita Antara dengan Kantor Berita WAM yang diperbaharui pada tanggal 22 Mei 2005. Masyarakat Indonesia di PEA berjumlah sekitar 72.000 orang (Sumber: Data Statistik Kementerian Dalam Negeri).

Di bidang sosial, pasca Tsunami Aceh pada akhir tahun 2004, Pemerintah PEA melalui Red Crescent Society, telah memberikan bantuan berupa pembangunan proyek perumahan “Emirates Village” di Lampaseh, Aceh sebanyak 469 unit rumah dan proyek perumahan “Sheikh Khalifa City” sebanyak 1033 unit rumah bagi korban bencana tsunami di Aceh. Disamping itu, Pemerintah PEA juga telah memberikan bantuan kepada para korban bencana gempa di Yogyakarta senilai US$ 4 juta.

Pemerintah RI c.q. Departemen Agama RI sejak tahun 1998 ikut serta dalam Lomba Hifdzul Qur’an “Dubai International Holy Qur’an Award” setiap tahun di Dubai. PEA melalui Zayed Foundation juga telah memberikan bantuan kepada IAIN yang sekarang bernama UIN Syarif Hidayatullah sebesar US$ 32.000.

Di bidang pendidikan, Pemerintah PEA sejak tahun 1995/1996 memberikan beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk bersekolah di Ma’had Al Islami (setingkat SD hingga SMA) di Al Ain. Terhitung pada awal tahun 2014, terdapat 42 orang pelajar Indonesia ( tingkat SMP dan SMA) yang belajar di Ma’had ‘Ilmi Al Islami di Al ‘Ain dan 8 orang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas di PEA, yaitu 7 orang di UAE University dan 1 orang di Universitas Sharjah.

Daftar Perjanjian Internasional antara Pemerintah RI dengan Pemerintah PEA

  • Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab mengenai Ekstradisi (Abu Dhabi, 02 Feb 2014)
  • Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab mengenai Bantuan Hukum Timbal Balik (Abu Dhabi, 02-Feb-2014)
  • Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab mengenai Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerjasama Bilateral (Jakarta, 18-Oct-2010)
  • Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab mengenai Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Dinas dan Khusus (Jakarta, 18-Oct-2010)
  • Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab mengenai Pelaksanaan Persetujuan Bilateral Hubungan Udara (Jakarta, 21-Apr-2009)
  • Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab dalam bidang Ketenagakerjaan (Jakarta, 18-Dec-2007)
  • Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab mengenai Pembentukan Konsultasi Bilateral (Abu Dhabi, 25-Mar-1997)
  • Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab tentang Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak atas Penghasilan (Jakarta, 30-Nov-1985)
  • Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab untuk Dinas-Dinas Penerbangan antara dan melampaui Wilayah Berdaulat Masing-masing (Jakarta, 08-Feb-1989)
  • Persetujuan Pinjaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Dana Abu-Dhabi untuk Pembangunan Ekonomi Arab untuk Proyek Distribusi Jaringan Kota Bandung (Abu Dhabi, 18 April 1977)