Terindikasi Manipulasi Data Ketenagakerjaan KBRI Abu Dhabi Pulangkan 8 Nakerwan

KBRI Abu Dhabi berhasil memulangkan delapan (8) orang tenaga kerja wanita ke Indonesia pada tanggal 11 April 2017 yang terindikasi diberangkatkan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) oleh PPTKIS di Indonesia. Kedelapan orang tenaga kerja wanita tersebut merupakan bagian dari dua belas (12) orang tenaga kerja wanita asal Indonesia yang diberikan perlindungan di penampungan sementara KBRI Abu Dhabi.

“Tim Citizen Service KBRI Abu Dhabi sebelumnya memperoleh informasi bahwa terdapat dua belas tenaga kerja wanita asal Indonesia yang baru saja tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi pada tanggal 2 Februari 2017,” ujar Atase Tenaga Kerja KBRI Abu Dhabi, Janususilo.

“Setelah kami adakan pengecekan ke Bandara, diperoleh kepastian bahwa mereka diberangkatkan oleh PPTKIS dari Indonesia dengan melanggar Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 260 tahun 2015 tentang  Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Negara – Negara Kawasan Timur Tengah,” lanjutnya.

Kedelapan orang tenaga kerja wanita asal Indonesia tersebut diberangkatkan ke Persatuan Emirat Arab melalui proses manipulasi data ketenagakerjaan yang dilakukan oleh PPTKIS. Sementara itu, empat orang tenaga kerja wanita lainnya terbukti diberangkatkan menggunakan visa housemaids untuk pengguna perseorangan.

“Tim kami telah lebih dahulu memulangkan empat orang nakerwan pada tanggal 19 Februari 2017 karena terbukti menggunakan visa sebagai housemaids pada pengguna perseorangan,” ujar Janususilo.

“Sementara kedelapan orang yang baru saja dipulangkan terbukti terdapat manipulasi data jenis pekerjaan yang dilakukan oleh PPTKIS setelah kami melakukan konfirmasi dengan otoritas terkait di Jakarta. Kami berharap seluruh pihak dapat mentaati dan menghormati kebijakan pemerintah terkait moratorium dan tidak mencoba-coba mencari celah dengan memanfaatkan ketidaktahuan para calon tenaga kerja,” lanjutnya.

Hak – Hak Tenaga Kerja Indonesia

KBRI Abu Dhabi juga berhasil mendapatkan hak – hak tenaga kerja Indonesia sebesar 645.850 Dirham (sekitar Rp. 2,34 Milyar) selama periode September 2016 – April 2017. Sekitar 234 orang tenaga kerja Indonesia telah memperoleh hak berupa uang ganti tiket dan cuti sebesar 583.250 dirham (sekitar Rp. 2, 113 Milyar) sesuai kontrak kerja. Sementara itu, tujuh (7) orang tenaga kerja Indonesia yang memiliki permasalahan gaji tidak dibayar telah memperoleh uang gaji sebesar 62.600 Dirham (sekitar Rp. 227 Juta).

Sementara itu, permintaan untuk tenaga kerja Indonesia terampil dan profesional di Persatuan Emirat Arab mulai meningkat.

“Dalam rangka menyambut pelaksanaan Dubai Expo 2020, KBRI Abu Dhabi telah memperoleh permohonan Job Order sebanyak 847 orang untuk berbagai jabatan di bidang konstruksi, 20 orang untuk jabatan di sektor perminyakan dan 30 orang untuk hospitality,” ujar Dubes RI untuk Persatuan Emirat Arab, Husin Bagis.

“Rencananya masih terdapat tambahan kebutuhan 500 orang tenaga kerja Indonesia terampil dan profesional di bidang konstruksi,” lanjut Dubes RI Husin Bagis.